Punk Tidak Selalu Tentang Kriminalitas, Punk Adalah Arti Kehidupan

Senin, 10 Februari 2020 18:01 Erni Nur'aeni Xplore



 
 


Koropak.co.id - Bisakah Punk Itu Berubah? Sebuah statement yang diibaratkan bola salju, terus menggelinding, kian membesar dan melebar. Begitupun dengan reaksi keberatan dari sejumlah senior komunitas punk di Tasikmalaya yang menyampaikan moshi atas statement yang menjadi wacana pemerintah untuk menertibkan anak punk tersebut.

Di Tasikmalaya, punk bermula pada 1997, ada anak punk asal Bandung yang membawa "punk" ke Tasikmalaya. Sejak itu, generasi terus tumbuh, dan band punk kian banyak. Hanya saja, kala itu kendala anak punk cukup banyak, yakni benturan dengan aparat dan masyarakat. Namun dengan keteguhan idealisme, punk tetap ada hingga saat ini.

Punk, tidak selamanya identik dengan narkoba, kekerasan, serta anti kemapanan. Banyak anak punk yang jauh lebih bermartabat, jauh lebih sukses, berhasil dengan banyak karya. Jadi, bagi mereka, punk mengajarkan banyak arti kehidupan, mengajarkan mereka untuk menjadi diri sendiri yang berkarakter dan mandiri.*

Baca juga beritanya :


1. Anak Punk di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya Akan Dibina

2. Mosi Atas Wacana Program Bisakah Anak Punk Berubah

3. Persiapan Pembinaan Anak Punk Audah Mencapai 80 Persen

4. Dinsos Kota Tasikmalaya Miliki 2 Tahap Penanganan Anak Punk

5. Percuma Dirazia dan Disekolahkan, Punk Adalah Prinsip!

6. Pembinaan Agar Anak Punk Miliki Keterampilan dan Hidup Mandiri

7. Aktif Berkegiatan Sosial Komunitas Punk Tidak Selalu Negatif

8. Pembinaan Kembalikan Anak Punk Ke Fitrahnya

9. Belum Ada Tindakan yang Bisa Sampai Ke Akar Permasalahan Anak Punk

10. Anak Punk Antara Ideologi dan Gaya Hidup

11. Miris Anak Punk Miliki Prinsip Siap Mati Siap Hamil

12. Anak Punk Mesti Diberikan Fasilitas Guna Menunjang Kreativitas

 

Berita Terkait

RSS Facebook Twitter Youtube Instagram