Sejak Kapan di Indonesia Ada Rumah Dinas Buat Pejabat?

Kamis, 30 Desember 2021 19:58 Redaksi Xplore



 

 

Apa pasal yang membuat orang berlomba ingin menjadi pejabat? Tentu saja jawabannya banyak. Mulai gaji besar yang membuat ngiler banyak orang, sampai urusan remeh temeh yang serba ditanggung negara. Tak terkecuali rumah dinas.

Maka, betapa kurang ajarnya jika ada pejabat yang kerjanya asal-asalan, malah doyan menumpuk harta dengan cara korupsi. Dasar mental korup, sudah diberi segala fasilitas, tetap saja nekad merampok uang rakyat.

Bicara tentang rumah dinas untuk pejabat, saat ini keberadaannya menjadi hal lumrah. Di Indonesia, rumah dinas sudah ada sejak awal abad ke-20. Olivier Johannes Raap merekam hal itu dalam bukunya yang berjudul "Kota Di Djawa Tempoe Doeloe".

Ia menerangkan, seorang pemimpin mulai dari sultan, patih, bupati, wedana, gubernur jenderal, residen hingga asisten residen biasanya menghuni rumah-rumah mewah. Mereka merupakan pejabat pemerintah dari dua aparat yang menguasai Jawa, yakni aparat kolonial dan pribumi yang saling memerintah satu sama lain.

Wedana adalah mereka yang pejabat pemerintah di bawah bupati pada masa kolonial. Ia memiliki sebuah rumah dinas, seperti kompleks rumah wedana di Cirebon yang terdiri dari pendopo dan rumah tinggalnya.

Pendopo yang berdiri di depan kediaman penguasa pribumi biasanya sering digunakan untuk berbagai acara formal. Sementara rumah tinggal yang ditempati penguasa lebih bersifat privasi.

Pendopo ini merupakan bangunan terbuka tanpa dinding dan sering ditambahkan barisan pot bunga di setiap sisinya untuk memperkuat perbatasan antara luar dan dalamnya.

Sementara di Wonosobo, terdapat kompleks pendopo dan rumah bupati yang dibangun sekitar tahun 1870. Kompleks kabupaten tersebut sebenarnya merupakan bangunan baru setelah bangunan lamanya hancur akibat gempa bumi pada tahun 1830.

Pendopo yang berada di kompleks kabupaten tersebut disokong 64 tiang penyangga. Pada sisi depan pendopo juga turut ditempel sebuah atap kanopi yang menjorok ke depan dengan hiasan ukiran kayu yang khas.

 

Baca pula :

1. Yang Menarik dari Sejarah Rumah Dinas Mewah Para Penguasa Daerah

2. Sejak Kapan Ada Rumah Dinas Buat Pejabat? Ini Sejarahnya

 

Sayangnya, setelah mengalami kerusakan parah akibat perang yang terjadi pada tahun 1940-an, atap berbentuk piramida pada pendopo itu diganti dengan atap joglo. Meski begitu, hingga saat ini kompleks tersebut masih tetap berfungsi sebagai rumah dinas bupati.

Selain Wonosobo, Magelang juga memiliki kompleks kabupaten yang di dalamnya terdapat pendopo tajug dan rumah dinas bupati yang dibangun di arah sudut barat Alun-Alun Magelang.

Sama hal dengan yang di Wonosobo, pendopo di Magelang juga memiliki konstruksi dengan 36 buah tiang kayu yang menopang sebuah atap tradisional khas Jawa, bergaya tajug yang besar. Diketahui bahwa pendopo juga pernah mengalami beberapa kali renovasi.

Tercatat sekitar tahun 1870-an, tiang penyangga yang tebal diganti dengan tiang kurang tebal hingga pada abad ke-20, atap bagian atas pendopo berubah bentuk beberapa kali hingga pada akhirnya menjadi model joglo. Saat ini, kompleks tersebut berubah menjadi Balai Diklat Kepemimpinan Magelang.

Di Jawa Barat, tepatnya di Bandung, terdapat kompleks kabupaten yang dibangun di sisi selatan Alun-Alun pada tahun 1810, tepatnya pada saat Kota Bandung didirikan. Di dalamnya dibangun pendopo tajug tumpang dan rumah dinas bupati yang dikelilingi halaman luas.

Kompleks kabupaten tersebut berkali-kali mengalami renovasi. Sebelumnya, pendopo tersebut beratap jogla dan sekitar tahun 1920-an diganti dengan atap model tajug tumpeng, karena pendopo lama dianggap terlalu bergaya Jawa Tengah. Kini, eks kabupaten tersebut menjadi rumah dinas Wali Kota Bandung.

Selain di Bandung, pendopo kabupaten yang bergaya atap sama itu ada di Tasikmalaya dan Cianjur.

 

Lihat juga : Simak Berbagai Video Menarik Lainnya Disini

Berita Terkait

RSS Facebook Twitter Youtube Instagram